Senin, 15 Juli 2013

Jesus Henry Christ: (Lagi) Film tentang Kekacauan dalam Keluarga

Jesus Henry Christ bukan film pertama yang saya tonton yang bercerita tentang kekacauan dalam sebuah keluarga yang diakibatkan oleh satu masalah: donor sperma! Film lainnya yang cukup menyita perhatian publik dan bahkan mendapat award di beberapa festival film adalah The Kids are Allright.

 Jesus Henry Christ bercerita tentang seorang anak bernama Henry James Herman, seorang anak jenius yang mampu mengingat semua hal yang ia pernah lihat sejak ia lahir. Ibu Henry, Patricia, adalah seorang feminis gagal yang bekerja di kafetaria. Ia mendapatkan Henry melalui donor sperma. Saat berumur 10 tahun, Henry, yang karena kejeniusannya, penasaran tentang keberadaan ayahnya. Dari kakeknya, Stan, Henry mendapat informasi bahwa ia memiliki kakak perempuan tiri, yang se-sumber sperma dengannya.

Kamis, 11 Juli 2013

Film Jepang Super-kocak

Ada yang pernah dengar judul film ini enggak sih? Mungkin penggemar film Jepang udah tau ya. Judulnya: 700 Days of Battle: Us vs. The Police. Kalau kebanyakan film Jepang genrenya adalah horor, atau porno sekalian, film ini justru luar biasa mengocok perut.


Minggu, 29 Juli 2012

THE DARK KNIGHT RISES : That's A Worthy 165 Minutes


Saya mendapat tawaran tiket gratis nonton film trilogi terakhir Batman besutan Christopher Nolan, The Dark Knight Rises. Selain karena gratisan, saya penasaran dengan ending dari cerita yang dua film sebelumnya sudah saya tonton. Barulah pada hari H, saya melihat jadwal tayang dan membaca di bagian durasi, saya tercengang : 165 menit! Ini sih sama panjang dengan film-film Bollywood. Keberatan saya karena dua hal. Pertama, saya harus mengejar kereta ke Jakarta pada sore harinya, mepet dengan waktu berakhirnya film yang akan saya tonton pada pukul 12.45 siang itu Kedua, 2 jam 45 menit adalah waktu yang sangat panjang. Saya bisa saja mati kebosanan di dalam bioskop. Dengan pertimbangan dan persiapan instan, saya pun pergi ke bioskop dengan satu tekad, jika film tersebut berubah membosankan, saya akan kabur dari gedung bioskop.


Rabu, 06 Juni 2012

MARI MENJADI “TUKANG KEBUN”


Ada yang menarik perhatian saya ketika menonton La Teta Asustada. Dari sekian banyak relasi yang dibangun antara tokoh utama, Fausta, dengan tokoh-tokoh lainnya, hanya satu orang saja yang benar-benar memiliki rasa empati terhadap dirinya : si tukang kebun.

Sabtu, 30 Juli 2011

THE KING'S SPEECH : DERITA SANG RAJA GAGAP

Sebagai seorang adik, wajar kalau Albert (Colin Firth) merasa selalu berada di bawah bayang-bayang si kakak yang lebih tampan, flamboyan, dan juga selalu bisa mengekspresikan dirinya. Edward kecil kemudian tumbuh sebagai pria yang tertekan. Ia yang alaminya bertangan kidal kemudian berusaha untuk menjadi 'normal' dan menggunakan tangan kanannya. Namun, dampak dari tekanan mental yang dihadapinya di masa lalu, ia menjadi seorang yang gagap.

Kegagapan itu menjadi masalah besar karena sang ayah, Raja George V (Michael Gambon), menekankan betapa pentingnya broadcasting di dalam monarki modern. Dan Albert harus bersiap untuk itu karena ialah yang kemungkinan akan meneruskan monarki mengingat kakaknya, David (Guy Pearce), akan mengacaukan keluarga dan kerajaan kalau naik tahta.

SHELTER : THRILLER DENGAN AKHIR YANG MENGECEWAKAN

Sejak membaca novel Sidney Sheldon yang berjudul Tell Me Your Dream, saya memang sedikit maniak dengan tema-tema psikologis, baik buku maupun film. Di barisan film, selain Silence of The Lamb (produksi 1991) dan sekuelnya Hannibal (2001) yang dibintangi oleh Julianne Moore, ada beberapa film dengan genre thriller misteri yang menggunakan pendekatan psikologis. Sebut saja The Others (produksi 2001) dan The Sixth Sense (produksi 1999). Saat pertama membaca riview film Shelter, saya langsung merasa kalau film ini lumayan menarik untuk ditonton.

Senin, 25 Juli 2011

THE FIGHTER : IT'S NOT ONLY ABOUT BOXER

Sudah lebih seminggu saya menonton film The Fighter. Namun, belum juga bisa mengumpulkan sudut pandang yang tepat untuk meriview film ini. Sampai tadi malam, saya melihat di akun twitter teman yang kebetulan salah seorang fans Amy Winehouse (RIP). Ternyata, penyanyi bersuara berat itu mati dalam usia yang sangat muda, 27 tahun. Lalu pagi ini, sambil menunggui kakak ujian, saya mencoba menikmati sarapan yang kesiangan sambil mendengarkan Love is A Losing Games, salah satu tembang andalan Amy Winehouse.